Cerita ini adalah "true story" yang dikisahkan oleh sahabat saya, sebut aja namanya "NENI" yang berprofesi sebagai staff marketing sebuah perusahaan freight forwarding terkemuka di negeri ini. Kisah tertipunya sahabat saya adalah sebagai berikut :
Pada tanggal 15 Oktober 2010, hari Kamis sore Neni dapat telpon dari teman (sebut saja namanya Alex - bukan nama sebenarnya), dari jasa courier service. Dia mengatakan bahwa ada permintaan pengiriman barang service door to door via container tujuan Medan - Sumatera Utara. Alex memberikan nomor telpon pengirim barang : 081218519112 atas nama Andre dari PT.URYA PERMATA, beralamat di jl. boulevard raya blok D/xx Kelapa Gading - Jakarta, nomor telpon kantor adalah 021 - 45033xx.
Neni mencoba telpon PT. SURYA PERMATA untuk konfirmasi dan diterima oleh seorang customer service wanita, lalu di sambungkan ke Andre selaku Logistic Manager, (kata CS tersebut). Terjadilah negoisasi harga untuk booking container 20 feet dari Jakarta tujuan Medan. Sedangkan SI (Shipping Instruction) akan di fax oleh Andre hari jum,at pagi.
Jum'at pagi Neni tiba dikantor jam 10.00 wib, dan fax dari Andre sudah ada di mejanya. Alangkah gembira dan bergairahnya Neni waktu itu, karena sudah terbayang "jum'at yang indah" karena "deal shipment" yang berarti "komisi penjualan".
Beberapa saat kemudian Andre menelpon ke nomor kantor Neni dan kebetulan yang menerima adalah bagian keuangan dan langsung disambungkan ke Neni. Andre menanyakan tentang kelanjutan proyek pengiriman barang via container ke Medan.
Setelah beberapa saat negoisasi harga, akhirnya disepakati harga untuk pengiriman sebesar Rp.41.200.000,- (all in termasuk biaya freight Jakarta - Medan dan jasa bongkar - muat). Kemudian Andre meminta Neni untuk membuat surat penawaran resmi dan di fax ke kantornya.
Sebenarnya antisipasi penipuan sudah di antisipasi Ibu Neni dengan meminta pembayaran cash untuk case ini, dan Andre pun menyanggupinya. Namun Andre mensyaratkan untuk jasa trucking menggunakan langganannya. Disinilah sebenarnya musibah itu dimulai.
Penawaran resmi di buat dan di fax Neni ke kantor Andre. Sesaat kemudian Andre menelpon Neni agar ia menelepon Irfan : 087875118167 (Menurut Andre, Irfan adalaha pemilik truk trailer langganan Andre). Terjadilah tawar menawar harga trucking antara Neni dan Irfan. Akhirnya disepakati harga trucking Rp. 8.000.000,- all in forklift dan serta jasa bongkar muat.
Setelah deal harga, Irfan minta uang DP Rp. 3.200.000,- untuk biaya sewa 4 unit truck ke narogong buat pick up barang. Neni percaya saja dan menyanggupinya. Kemudian Neni perintahkan bagian keuangan untuk transfer ke ATM BCA (4750205556 a/n Irfansjah Radyan)
Sesaat kemudian, Andre telpon untuk minta tambahan 2 container lagi, dan Neni diminta untuk menghubungi Irfan guna order 2 unit truck trailer. Kejadiannya pun berulang seperti kejadian di atas.
Irfan meminta uang jalan Rp. 2.000.000,- untuk 2 container, Neni pun meminta bagian keuangan untuk transfer ke BCA dengan tujuan yang sama. Sedangkan Andre di ujung telpon sana mengatakan baru proses pengeluaran uang untuk pembayaran ke Neni.
Tepat jam 2 siang Neni di telpon Andre untuk segera ke kantornya, PT. SURYA PERMATA, beralamat di jl. boulevard raya blok D/xx Kelapa Gading - Jakarta, nomor telpon kantor adalah 021 - 45033xx.
Singkat cerita, Neni samapai di daerah Kelapa Gading, namun tak menemukan alamat PT tersebut. Ditelusurilah akhirnya nomor telpon yg masuk by fax. Dan ternyata nomor tersebut adalah kantor ACL (PT Atlantic Container Lines di klapa gading), dan ketika di konfirmasi tak seorangpun yang kenal dengan Andre apalagi Irfan.
Neni pun tersadar kalau dia korban penipuan. Pulanglah Neni dengan hati yg kacau dan badan lemes spt tak bertulang. Itulah sekelumit keluh beliau, "Sekian puluh tahun saya bergelut di dunia cargo, akhirnya tertipu juga, banyak skali hikmah disini...aduhhh....kalau ingat rasanya campur aduk....mau nangis gak bisa, mau marah sama siapa...yg ada dada ini sesak bangett..."
Semoga ada manfaatnya
Sahabat, ........... banyak jalan menuju roma. Banyak jalan mencari rejeki, namun banyak jalan pula orang untuk menipu. Semoga yang sekelumit ini bermanfaat untuk kita semua. Mohon maaf kalau kurang berkenan.

Pada tanggal 15 Oktober 2010, hari Kamis sore Neni dapat telpon dari teman (sebut saja namanya Alex - bukan nama sebenarnya), dari jasa courier service. Dia mengatakan bahwa ada permintaan pengiriman barang service door to door via container tujuan Medan - Sumatera Utara. Alex memberikan nomor telpon pengirim barang : 081218519112 atas nama Andre dari PT.URYA PERMATA, beralamat di jl. boulevard raya blok D/xx Kelapa Gading - Jakarta, nomor telpon kantor adalah 021 - 45033xx.
Neni mencoba telpon PT. SURYA PERMATA untuk konfirmasi dan diterima oleh seorang customer service wanita, lalu di sambungkan ke Andre selaku Logistic Manager, (kata CS tersebut). Terjadilah negoisasi harga untuk booking container 20 feet dari Jakarta tujuan Medan. Sedangkan SI (Shipping Instruction) akan di fax oleh Andre hari jum,at pagi.
Jum'at pagi Neni tiba dikantor jam 10.00 wib, dan fax dari Andre sudah ada di mejanya. Alangkah gembira dan bergairahnya Neni waktu itu, karena sudah terbayang "jum'at yang indah" karena "deal shipment" yang berarti "komisi penjualan".
Beberapa saat kemudian Andre menelpon ke nomor kantor Neni dan kebetulan yang menerima adalah bagian keuangan dan langsung disambungkan ke Neni. Andre menanyakan tentang kelanjutan proyek pengiriman barang via container ke Medan.
Setelah beberapa saat negoisasi harga, akhirnya disepakati harga untuk pengiriman sebesar Rp.41.200.000,- (all in termasuk biaya freight Jakarta - Medan dan jasa bongkar - muat). Kemudian Andre meminta Neni untuk membuat surat penawaran resmi dan di fax ke kantornya.
Sebenarnya antisipasi penipuan sudah di antisipasi Ibu Neni dengan meminta pembayaran cash untuk case ini, dan Andre pun menyanggupinya. Namun Andre mensyaratkan untuk jasa trucking menggunakan langganannya. Disinilah sebenarnya musibah itu dimulai.
Penawaran resmi di buat dan di fax Neni ke kantor Andre. Sesaat kemudian Andre menelpon Neni agar ia menelepon Irfan : 087875118167 (Menurut Andre, Irfan adalaha pemilik truk trailer langganan Andre). Terjadilah tawar menawar harga trucking antara Neni dan Irfan. Akhirnya disepakati harga trucking Rp. 8.000.000,- all in forklift dan serta jasa bongkar muat.
Setelah deal harga, Irfan minta uang DP Rp. 3.200.000,- untuk biaya sewa 4 unit truck ke narogong buat pick up barang. Neni percaya saja dan menyanggupinya. Kemudian Neni perintahkan bagian keuangan untuk transfer ke ATM BCA (4750205556 a/n Irfansjah Radyan)
Sesaat kemudian, Andre telpon untuk minta tambahan 2 container lagi, dan Neni diminta untuk menghubungi Irfan guna order 2 unit truck trailer. Kejadiannya pun berulang seperti kejadian di atas.
Irfan meminta uang jalan Rp. 2.000.000,- untuk 2 container, Neni pun meminta bagian keuangan untuk transfer ke BCA dengan tujuan yang sama. Sedangkan Andre di ujung telpon sana mengatakan baru proses pengeluaran uang untuk pembayaran ke Neni.
Tepat jam 2 siang Neni di telpon Andre untuk segera ke kantornya, PT. SURYA PERMATA, beralamat di jl. boulevard raya blok D/xx Kelapa Gading - Jakarta, nomor telpon kantor adalah 021 - 45033xx.
Singkat cerita, Neni samapai di daerah Kelapa Gading, namun tak menemukan alamat PT tersebut. Ditelusurilah akhirnya nomor telpon yg masuk by fax. Dan ternyata nomor tersebut adalah kantor ACL (PT Atlantic Container Lines di klapa gading), dan ketika di konfirmasi tak seorangpun yang kenal dengan Andre apalagi Irfan.
Neni pun tersadar kalau dia korban penipuan. Pulanglah Neni dengan hati yg kacau dan badan lemes spt tak bertulang. Itulah sekelumit keluh beliau, "Sekian puluh tahun saya bergelut di dunia cargo, akhirnya tertipu juga, banyak skali hikmah disini...aduhhh....kalau ingat rasanya campur aduk....mau nangis gak bisa, mau marah sama siapa...yg ada dada ini sesak bangett..."
Semoga ada manfaatnya
Sahabat, ........... banyak jalan menuju roma. Banyak jalan mencari rejeki, namun banyak jalan pula orang untuk menipu. Semoga yang sekelumit ini bermanfaat untuk kita semua. Mohon maaf kalau kurang berkenan.
